Hukum Palu – Oleh Jaya SetiaBudi (Owner YukBisnis)

“If the only tool you have is a hammer, you tend to see every problem as a nail..” ~ Abraham H. Maslow.

Menjadi seorang trainer, coach, guru, dai, sejatinya bukan hanya pandai bicara saja, tapi harus disertai keilmuan yang mumpuni. Meski kata ‘mumpuni’ tak ada batasnya, setidaknya pantas untuk tingkatan yang diajarkan.

Misalnya, seorang guru SD dengan keilmuan materi SD, ya ngajarnya siswa SD saja. Kalau mau mengajar siswa SMP, upgrade-lah ilmunya hingga pantas mengajar SMP.

Dalam bisnis juga begitu. Pengusaha yang omzetnya 50 juta, mentoring yang belum punya usaha. Kalau mau mentoring yang miliaran, afdolnya ya omzetnya harus lebih dari itu.

Dunia konsultan apalagi, banyak variasi ‘tools’ manajemen untuk menyelesaikan kasus yang berbeda-beda. Alat bantu yang tepat akan mempercepat kesuksesan. Untuk itulah upgrade ilmu diperlukan berkala. Jangan puas dan jumawa dengan 1 ilmu saja.

Bagaimana teruji ilmu, jika tidak praktek? Ya lakukan pelayanan, membantu orang secara gratis, agar terasah keilmuan. Istilah Bule-Jawa “Flying Watch” alias Jam Terbang, hehe..

Demikian juga menjadi ‘dai’, jangan semua masalah pake ayat sapu jagat: “Segala sesuatu perbuatan bergantung niatnya..”. Kalo semua hukum syara’ bisa dipatahkan dengan 1 dalil, buat apa juga ada ngaji Quran dan Hadits segala. Ntar para pencuri, berdalih “Niatku menafkahi anak istriku koq..”. Itulah fenomena ‘sok dai’ di negara kita, ilmu cetek, mulut keburu berbusa..

“Lebih baik diam atau bertanya, daripada komentar di lahan yang tak kita kuasai..”

Serupa dengan profesi dokter, tanpa ilmu akan fatal. Salesman yang ‘nerocos’ karena menang ‘pede’ doank, akan mempermalukan diri sendiri. “Saya sudah kebal malu Mas J..!” >> Saya juga muak lihat mukamu, hehe..

Jangan arogan karena profesi atau gelar yang diraih, apalagi di dunia bisnis, Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bagaimanapun arogansi akan memperbesar jarak, bukan senjata untuk menaikan derajat.

Bukankah tujuan mengajar untuk membuat pintar? Bukan membuat kita ‘tampak’ pintar?

“Stay Hungry, Stay Foolish..” kata Om Job

Sumber https://www.facebook.com/Jaya.setiabudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *