Bagaimana Cara Survive Dalam Memulai Usaha Online Shop?

Banyak reseller saya yang menanyakan, gimana sih saya bisa bertahan selama hampir 8 tahun berkecimpung di dunia online shop, dengan pertumbuhan jumlah customer yang konsisten, dan tidak goyah diterpa pesaing yang bermain sesuai etika hingga pesaing yang bermain secara kotor.

Saya sendiri bukan pakar, dan tentunya masih terus belajar dari banyak baca artikel bisnis, atau kisah sukses banyak orang, namun kalau saya boleh berbagi tips.

Sebelum Anda ingin memulai suatu bisnis, yang perlu Anda perhatikan adalah.

JIKA ANDA SUDAH MEMILIKI SUPPLIER DAN ANDA ADALAH RESELLER

Sebagai Reseller, Anda harus bisa main cantik. Anda adalah online shop, bisa dibilang kita ini menjual gambar, Customer nggak pegang barang, hanya lihat foto. Salah satu tips dari saya buat para reseller jika ingin sukses adalah, harus mau repot!

Kebanyakan Reseller, biasanya mengambil foto yang sudah disediakan supplier untuk dipajang di onlineshop-nya. Nah sekarang bayangkan jika supplier ini sudah memiliki ribuan reseller, dan semuanya melakukan hal yang sama. Gambar produk yang Anda jual jadi terlihat pasaran, dan Customer dengan sangat mudah membandingkan harga produk yang Anda jual dengan toko sebelah. Bahasan saya ini jika barang yang Anda jual tentunya bukan yg sudah ada patokan harga seperti gadget atau barang elektronik loh ya. Usahakan Anda foto ulang kembali produk yang Anda sudah dapatkan dari supplier sebelum dikirim ke Customer Anda. jika produknya adalah aksesoris atau pakaian misalnya, tata sedemikian rupa, bisa juga dikenakan oleh model atau Anda sendiri, dan hasil foto inilah yang dipajang di onlineshop Anda.

Dengan cara ini, produk Anda jadi kelihatan unik dan tidak pasaran, tentunya harga pun bisa Anda jual dengan harga pantas atau bahkan lebih tinggi dari pasaran.

Kesalahan Reseller lainnya adalah MENJUAL TERLALU MURAH, banyak sekali reseller yang hanya ambil untung setipis mungkin, misalnya modal barang 100ribu, dia hanya ambil untung 5000 rupiah saja untuk harga ecer-nya, alasannya karena ingin lebih murah sekian ribu perak dari toko saingan. Awal awal mungkin cara ini efektif, toko Anda bisa jadi terkenal paling murah, namun seberapa kuat tingkat survival Anda dalam dunia online, untuk dapat untung bersih 2.5 juta dengan keuntungan 5000 rupiah perproduk tadi, berarti Anda harus menjual 500 produk dalam sebulan, atau 20 Customer sehari, apakah Anda yakin bisa mengurus itu semua sendirian tanpa ada-nya yg membantu?, gaji UMR saja 3 juta, belum lagi dengan untung setipis itu, apakah bisa Anda memberikan packaging yg rapih ketika mengirimkan produk tersebut ke Customer Anda?, belum lagi resiko barang cacat di perjalanan, Customer complaint dan minta refund. Hal hal seperti ini yang akhirnya banyak juga Reseller yang tidak bisa bertanggung jawab dan akhirnya kabur ketika dikomplain Customer.

Menjual dengan harga ecer terlalu murah menurut saya salah, Namun bisa diaplikasikan jika Customer tersebut membeli secara grosir, misalkan untuk mendapat harga tersebut, Customer harus belanja minimal Rp 500ribu.

Penentuan harga sangatlah penting, harga terlalu murah akan menyulitkan Anda untuk expansi, Anda jadi sulit menggaji karyawan, tidak memiliki budget untuk iklan, dan cadangan untuk hal hal yg tidak terduga seperti penggantian barang rusak dsb. Iklan yang spesifik ditujukan ke toko online Anda sangatlah penting. Sama seperti kita punya toko bagus bagus di mall, tapi nggak ada yang lewat didepan toko, percuma. Atau anggap saja mall-nya ramai, tapi nggak ada yg tau toko kita, percuma juga.

Selain harga, sebagai reseller, jangan pernah hit & run!
After sales penting, handling complaint sangat penting, kepuasan Customer nomor satu. Anggaplah complain itu sebagai hadiah buat Anda. Kenapa saya bilang hadiah?, karena anggap dari 10 orang yang ingin complain, mungkin hanya 1 orang saja yang betul betul complaint, sementara yang lainnya begitu kecewa langsung meninggalkan Anda. Bagaimana kita bisa improve kalau kita tidak tau apa yang terjadi di lapangan.

APAKAH ANDA RESELLER UNTUK JUAL ECER SAJA ATAU ADA DISKON JIKA BELI BANYAK?

Meskipun target audience Anda adalah end-user dan bukan reseller, tetap jauh lebih baik jika Anda memberlakukan diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk produk fashion, diskon reseller yang diminati oleh Reseller adalah diskon minimal 20% dari harga ecer. Posisikan diri Anda sebagai reseller yang ingin mencari supplier, anggap saja anda ingin jualan pakaian, namun diskon resellernya hanya Rp 5000/pcs dari harga ecer Rp 80rb misalnya, apakah Anda berminat?. Namun kembali lagi jika produk yang Anda jual sangatlah umum dikenal di kalangan pasar, anggaplah barang bermerek, selama harga ecer Anda bersaing, diskon 10% pun sudah cukup.

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN CUSTOMER BARU?

Cara paling mudah sebagai langkah awal adalah, teman Anda! No, bukan sebagai customer, tapi dijadikan Reseller langsung dengan diskon khusus!

Kenapa bukan sebagai customer?, saya tanya ke Anda, lebih sering belanja dari stranger atau belanja ke teman yg nawarin produknya ke Anda? Kenapa?

cari dari sekian banyak teman Anda, teman yang sudah memiliki banyak teman/follower di sosial media, tawarkan diskon khusus bagi teman Anda tersebut, jadikan dia reseller Anda.

Cara mudah kedua adalah, mengumpulkan kontak/email para online shop yang bertaburan di FB, Instagram, atau marketplace lainnya yang kira kira akan tertarik dengan produk Anda. Jadikan mereka reseller Anda.

Kumpulkan Customer yang memang menjadi pangsa pasar Anda. Jika Anda membayar iklan untuk mempromosikan produk Anda yang misalkan harganya 100ribu, namun karena Anda ingin sekali mengumpulkan Member sebanyak-banyaknya dengan memberikan harga modal misalnya. Mungkin yang beli banyak sekali, namun pada akhirnya Member Anda bukanlah Member yang berkualitas, namun Member yang hanya akan kembali membeli jika Anda memberikan harga super rendah tersebut.

Kumpulkan testimonial sebanyak-banyaknya dari Customer existing Anda, taruh di halaman fan page Anda, dan iklankan halaman testimony ini. Anda bisa menggunakan jasa iklan berbayar via FB, bisa via google adwords, targetkan audience Anda.

Kirim produk Anda secara gratis untuk di review oleh blogger-blogger yang sudah memiliki ribuan follower, atau istilahnya endorse.

Bisa juga mempromosikan barang Anda tersebut di marketplace yang sudah cukup banyak bermunculan di Indonesia, beberapa marketplace memang tidak mengijinkan Anda mencantumkan alamat website, namun dengan cukup mencantumkan merek Anda, banyak kok yang akhirnya search langsung ke google untuk kemudian menemukan toko Online Anda. Atau cara lain, ketika mengirimkan paket, Anda bisa menyelipkan kata kata di alamat kirim seperti “Produk terlengkap & terupdate, bisa kunjungi website kami di www.namaolshopAnda.com, atau Instagram kami di xxxxxxx, bisa juga misalkan Anda adalah toko baru, dan ingin langsung ada-nya repeat order, bisa Anda selipkan juga kode Voucher diskon sekian persen yang berlaku 1 bulan untuk next order Customer Anda tersebut.

BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN CUSTOMER YANG SUDAH ADA, AGAR TETAP AKTIF MELAKUKAN PEMBELIAN?

Berikan special treatment seperti Diskon Super VIP, jika mereka bisa menjaga akumulasi pembelanjaannya di nominal tertentu dalam jangka waktu yang kita tentukan, misalnya Rp. 600ribu dalam kurun waktu 2 bulan.

Berikan juga Diskon Member Loyal, yang terus terakumulasi sejak mereka menjadi member kita, misalkan jika pembelanjaanya sudah mencapai Rp 3 juta sejak menjadi member, kita berikan diskon permanen 20%, dan jika sudah mencapai Rp 9 juta, diskon permanen-nya pun lebih tinggi, diskon ini permanen meskipun belanja hanya satu buah saja. Dan jika Customer ini sudah 8 bulan tidak pernah berbelanja lagi di kita, maka point member mereka hangus, yang tentunya sudah kita wanti wanti sebulan sebelumnya via email.

ANALISA BERAPA BANYAK SIH PERSENTASE CUSTOMER YANG MELAKUKAN REPEAT ORDER DI ONLINESHOP KITA?

1. Persentase yang melakukan pembelian minimal satu kali dalam sebulan, 2. Persentase yang melakukan pembelian minimal satu kali dalam 3 bulan
3. Persentase yang melakukan pembelian lebih dari 3 bulan sekali.

Jika pola pembelian berubah, misalkan yang biasanya belanja setidaknya sebulan sekali, kok tau tau sudah 3 bulan tidak belanja. Ini patut kita dekati secara personal, bisa via email, atau via telpon, tanyakan apakah ada kendala, apakah ada rasa kecewa?

BAGAIMANA MENARIK KEMBALI CUSTOMER YANG SUDAH LAMA TIDAK BELANJA?

3 bulan tidak belanja? Tawarkan promosi bisa berupa diskon tanpa minimum order, dan diskon dengan minimum order tertentu. Bisa kita lihat kembali rata rata pembelian mereka sebelumnya itu berapa.

lebih dari 6 bulan tidak belanja? lakukan survey kenapa tidak belanja lagi.

alasan tidak belanja lagi, dibagi dalam beberapa point yang mudah kita filter, namun tambahkan alasan lainnya dimana customer bisa isi alasan yang tidak tersedia di pilihan kita –> pembenahan diri. Masukan Customer ada yang bisa kita langsung implementasi, dan juga jangan terburu buru mengimplementasikan semuanya, misalkan dari 50 hasil survey yang kembali ke kita, hanya 2 orang yang mengatakan “oh toko lain lebih murah”, ini pun juga bisa kita pertimbangkan, apakah kita langsung buru buru turunkan harga?

AKHIR KATA, dalam memulai suatu bisnis, gajilah diri Anda sendiri secukupnya dari profit yang Anda dapatkan, jadikan sisa profit Anda untuk pengembangan bisnis Anda, jadi bukan dengan menghambur-hamburkan profit Anda, apalagi di 2 tahun pertama. Apakah pengembangan dalam kini Anda memiliki staff, atau pengembangan dalam memasukkan kategori produk lain.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang terus berkembang setiap tahunnya. Sudah menjadi tugas Anda sebagai CEO perusahaan Anda sendiri untuk lebih fokus dalam pertumbuhan bisnis Anda, baik itu dari segi pertumbuhan omset, ataupun pertumbuhan customer Anda.

Sekian tips dari saya
@Christina Lie
Co-founder
grosirfashiononline.com
101red.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *