Bagaimana menggunakan iklan berbayar seperti “Featured Ads” di OLX, “Iklanku” di Shopee, “Top Ads” Di Tokopedia

Gak semua jenis produk bisa laris dalam semalam, walaupun mungkin-mungkin aja itu terjadi untuk beberapa produk

Barang yang kalau gak diiklanin gak laku, diiklanin kemungkinan besar akan gak laku juga. Ingat, 10 x 100 = 1000, tapi 0 x 100 = 0

Jadi pertama sabar dulu, baru lihat. Kalau barang harga wajar dan di bawah 100 ribu seminggu belum ada yang beli, atau harga wajar dan di bawah 250 ribu sebulan belum ada yang beli, berarti ada hal fundamental yang harus diperbaiki. Entah itu:

  1. Deskripsinya
  2. Fotonya
  3. Judulnya
  4. Deskripsi toko, atau
  5. Cover toko

Khusus untuk Shopee, biasanya ngaco tetep laris sih, jadi kalau sampai harus ada perbaikan fundamental kaya gini berarti ngaconya itu udah ngaco banget haha. Contohnya yang jual masker harganya di luar batas kewajaran, eh gak taunya produknya disembunyikan oleh sistem. It happens, a lot of times

Jangan lupa buka halaman, “produk saya,” terus nanti di sana ada kuota produknya, biasanya di awal 100. Nah itu angka 100 nya diklik, terus pilih, “tingkatkan akun saya.” Ada step by step-nya registrasi pakai KTP. Nanti kalau berhasil kuota nambah jadi 2000

“Tapi saya ga butuh kuota sebanyak itu.”

Nah fungsi ningkatin akun itu biar bisa didaftarkan ke program-program semisal cashback dan gratis ongkir. Nanti kalau dapat kesempatan, dikasih tau di notifikasi

Oke anggaplah secara fundamental udah benar semua. Ada 2 faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memasang iklan:

  1. Budget
  2. Keumuman produk

Sebelum membahas kaidahnya, kita kenali dulu kedua faktor ini. Budget, hanya untuk iklanku saja, apapun jenisnya (kata kunci, produk terkait, dan toko), di luar campaign berbayar, bisa dibagi 3:

  1. Kecil atau indie, di bawah 5 juta per bulan
  2. Sedang atau menengah, 5–10 juta per bulan
  3. Besar, di atas 10 juta per bulan

Keumuman produk, ini kualitatif, bisa dibagi 3 juga:

  1. Umum
  2. B ajah
  3. Niche

Karena keumuman produk ini kualitatif, dia tidak bersifat biner satu dan nol, jadi tidak ada mutlak umum ataupun mutlak niche. Bentuknya spektrum, dan semua relatif

Oke, sebelum kita lanjut soal faktor ini, ada satu hal yang harus kita kenali dalam dunia periklanan: return on investment (ROI). Mon maap ni ya matematika dikit

Laba atas investasi = ((omset – biaya iklan)/biaya iklan) x 100%

Nah mon maap lagi nih ya, statistik dikit, besaran ROI terhadap keumuman produk akan membentuk distribusi normal

Artinya, ROI untuk produk yang terlalu umum akan rendah, bahkan bisa hampir nol, kemudian semakin tidak umum semakin naik ROI-nya, sampai kepada titik produk itu menjadi niche. Erm, niche itu, …

…, nah saat produk tersebut udah menjadi niche, ROI-nya akan turun lagi

Kita ambil contoh: mainan

Produk pertama adalah bola. Bola ini mainan yang sangat umum, ROI-nya pasti sangat rendah, boleh dicoba sendiri kalau gak percaya

Produk kedua adalah model kit dan action figure. ROI mainan jenis ini secara alami akan lebih tinggi daripada bola, terus sampai pada

Produk ketiga, mainan seks. Ini niche, ROI-nya akan turun lagi

Nah barulah sekarang kita hubungkan kedua faktor ini

Iklan untuk barang umum, hanya bisa dijangkau oleh budget besar. Buat yang budgetnya menengah dan kecil, niscaya akan megap-megap liat duit baru top up udah langsung ludes lagi, itupun belum tentu produk kejual karena ROI-nya rendah

Iklan untuk barang niche, bisa dijangkau oleh siapa saja, tapi saya hanya merekomendasikan untuk budget menengah dan besar. Kasihan buat yang budget-nya masih kecil lebih baik fokus meningkatkan skala bisnisnya dulu, jangan budget dipakai buat yang ROI-nya rendah

Iklan untuk barang B ajah, nah ini yang sweet spot

Sekarang baru kita bahas memasang iklan dengan praktis. Saya gak bilang dengan advanced ya karena butuh SEO dan business analytics. Ntar bahasannya kepanjangan. SEO itu bisa buat jadi satu pertanyaan sendiri, business analytics bisa satu pertanyaan sendiri

Definisi cara praktis di sini adalah cepat, siapa saja bisa melakukan, tapi gak polos-polos amat biar duit kita gak melayang sia-sia ke kantong perusahaan aseng haha

Kita juga cuma bahas iklan kata kunci ya. Karena selain iklan kata kunci gak banyak settingan-nya, tinggal atur budget cost per click (CPC), dan rule of thumb-nya sederhana: Shopee ngasih rekomendasi CPC, kita ikutin. ROI tinggi, boleh kita naikin di atas rekomendasi. ROI rendah, turunin. Udah gampang kan gitu aja

Nah untuk iklan kata kunci, pertama kita pencet tombol sarankan kata kunci. Nanti muncul tuh kata kunci banyak. Tugas kita cuma satu: mencocokkan kata kunci dengan judul produk. Setiap kata dalam frasa kata kunci harus ada di dalam judul produk. Satu kata saja miss, buang satu frasa. Setelah semua bersih, nyalakan iklannya

Eits, belum selesai. Habis iklan aktif, langsung pencet edit iklan kata kunci. Kenapa? Karena CPC optimal yang disarankan Shopee itu dinamis, dan saat pertama kali kita mengaktifkan iklan, nilainya over estimate. Gimana cara Shopee ngitung saran CPC yang optimal? Nah ini panjang lagi bisa satu pertanyaan sendiri. Kita skip dulu aja lah ya

Misalnya dia sarankan 300, ternyata habis diaktifin, terus kita edit, sarannya turun jadi 250. Gak usah panik, gak usah sakit hati merasa dikibulin. Terima aja. CPC bisa di-adjust kapan aja, dan untuk pertama kali, langsung aja adjust setelah iklan diaktifkan

Selepas itu, lakukanlah adjustment satu jam sekali. Kalau kamu megang store sendirian, gak punya karyawan, dan gak sempat monitor CPC, ya seenggaknya sehari sekali lah

“Ribet juga ya.” Oh jangan salah. Di pembagian budget tadi kan ada yang kategori budget besar. Untuk level itu biasanya gak cuma besar di budget iklan, tapi juga punya karyawan yang kerjanya memantau CPC dan menganalisis ROI, SEO, dll. real time. Ya kurang lebih kaya jual beli saham mengikuti pergerakan harga di Wall Street versi olshop lah

Terakhir, kaidah adjustment CPC: boleh turun, gak boleh naik. Hari ini Shopee bilang optimal 300, besok 250, kita adjust 250. Besoknya dia bilang 280, jangan kita adjust ke 280. Buat yang ngerti cara kerja rekomendasi CPC optimal Shopee, mungkin akan nanya,

“Loh, nanti gak paling atas lagi dong?”

Emang, tapi karakteristik pembeli Shopee itu gak akan mikir, “pokoknya saya beli siapapun yang paling atas.” Mereka price sensitive dan akan cenderung scroll beberapa kali dulu sebelum memilih. Itupun kalau udah milih masih bisa back terus liat yang lain

Yang lebih parahnya lagi? Scroll keluar masuk banyak halaman produk berkali-kali padahal ga niat belanja sama sekali. Hayo ngaku, pasti sering kan? Istilahnya belanja jendela atau window shopping

Gak perlu berambisi selalu paling atas, mayoritas prospek pembeli itu PHP soalnya, daripada kamu amsyong kan

Terus gimana mengoptimalkan budget yang sudah ada? Daripada buat naikin CPC, mending buat ngiklanin produk lain. Gak ada produk lain? Atau produk lainnya terlalu umum atau terlalu niche? Gaplokin product manager-nya. E-commerce itu harus gesit, pertumbuhan bisnis sebanding dengan perkembang biakan SKU (variasi produk) nya

Masih underestimate UMKM berbasis e-commerce? Masih menganggap jualan online itu karena gak sanggup beli susu buat anak? Justru praktisi e-commerce itu hanya untuk orang-orang yang berpikir maju

Mamak kita paling pinter kalau nawar grosiran di Tanah Abang terus buat dijual lagi. Tapi buat generasi milenial dan generasi Z, skill mamak kita udah berevolusi jadi digital

Saya doakan yang baca jawaban ini cepet tajir melintir jadi juragan, em, sultan, sultan e-commerce

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *